CFD Pakansari Jadi Etalase Budaya, Pemkab Bogor Dorong Pedagang UMKM Pakai Baju Adat Sunda

Pemerintah 02 Aug 2026 21:40 2 min read 37 views By Redaksi

Share berita ini

CFD Pakansari Jadi Etalase Budaya, Pemkab Bogor Dorong Pedagang UMKM Pakai Baju Adat Sunda
CFD Pakansari: Wajah Baru Kabupaten Bogor, Berbudaya dan Berdaya.

BOGOR RESPONS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat identitas dan jati diri daerah di ruang publik.

 

Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, mulai disulap menjadi etalase kebudayaan daerah, Minggu (2/8/2026).

 

Salah satu langkah konkrit yang diterapkan adalah memfasilitasi dan mendorong para pelaku UMKM untuk mengenakan pakaian adat Sunda seperti pangsi, totopong, hingga kebaya saat beraktivitas melayani pembeli.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa gagasan ini berawal dari kegelisahan Bupati Rudy Susmanto terkait pentingnya menghadirkan nilai budaya Sunda dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pada momentum festival seni.

 

"Pak Bupati selalu mengingatkan pentingnya identitas Kabupaten Bogor. Beliau bertanya, kalau kita memiliki budaya Sunda, mengapa hanya ditampilkan pada acara seni saja? Budaya seharusnya hadir dan melekat dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ajat saat meninjau pelaksanaan CFD Pakansari.

 

Ajat menegaskan, Pemkab Bogor tidak ingin memberatkan para pedagang. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap dengan pendekatan persuasif. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM akan membantu memfasilitasi kebutuhan pakaian adat bagi para pedagang.

 

"Prinsipnya bukan memaksa, tetapi memfasilitasi. Kami ingin seluruh pedagang dapat bersama-sama menampilkan identitas budaya Kabupaten Bogor," tegas Ajat.

 

Hasil peninjauan langsung di lapangan menunjukkan respons positif dari para pelaku usaha mikro. Para pedagang menyambut baik arahan tersebut dan mengaku tetap nyaman berjualan menggunakan pakaian bernuansa tradisional.

 

Ke depan, penggunaan busana adat di arena CFD akan dijadikan kebiasaan rutin tiap pekan. Selain memperkuat nilai tradisi, inovasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

 

"Kami ingin menghadirkan suasana yang bersih, tertib, sekaligus memiliki ciri khas. Masyarakat yang datang tidak hanya berolahraga atau berbelanja, tetapi juga merasakan nuansa budaya yang kuat. Dengan begitu, UMKM kita akan semakin menarik perhatian pengunjung," pungkasnya.

PT Bogor Respons Milenial

Recent Articles

Popular Articles