Cegah Banjir dan Amankan Lahan Tani, Pemkab Bogor Geber Normalisasi Sungai Cibeuteung
BOGOR RESPONS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan langkah strategis dalam mengendalikan risiko banjir tahunan di wilayah Kecamatan Rancabungur.
Instruksi langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pengerjaan normalisasi Sungai Cibeuteung I di Desa Candali kini tengah dikebut guna melindungi kawasan pertanian warga dan memperlancar arus mobilitas masyarakat.
Camat Rancabungur, Dita Aprillia, menjelaskan bahwa usulan pengerukan sungai ini berawal dari aspirasi masyarakat terdampak yang disampaikan langsung dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Bupati Bogor.
"Kampung Candali menjadi salah satu titik yang sering terdampak banjir saat curah hujan tinggi. Meski tidak berdampak luas pada permukiman, genangan luapan sungai sering kali merendam lahan pertanian palawija milik warga dan memutus akses jalan kabupaten yang vital bagi mobilitas harian," ujar Dita, Sabtu (1/8/2026).
Poyek normalisasi Sungai Cibeuteung I ini menargetkan pembersihan dan penataan aliran sungai sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer. Hingga memasuki hari kedua pelaksanaan, tim di lapangan telah berhasil menormalisasi sekitar 500 meter aliran sungai. Pemkab Bogor optimistis seluruh rangkaian pengerjaan ini dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu lima hingga enam hari ke depan.
Untuk mempercepat proses pengerukan dan mengatasi medan yang sulit akibat tebalnya endapan sedimen serta rimbunan pohon bambu yang menyumbat aliran air, Pemkab Bogor secara khusus mengerahkan alat berat jenis excavator long arm. Pengerahan alat berat ini diharapkan dapat menjangkau titik-titik krusial yang selama ini menjadi penyebab utama pendangkalan sungai.
Langkah percepatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengamankan lahan pertanian warga dan akses jalan kabupaten dari genangan air, melainkan juga menjadi bagian penting dalam mendukung rencana pembangunan kawasan Sport Center di Kecamatan Rancabungur agar terbebas dari potensi risiko banjir di masa mendatang.
Normalisasi Sungai Cibeuteung I bukanlah proyek tunggal, melainkan bagian dari skema penataan sistem aliran air secara menyeluruh di Rancabungur. Sebelumnya, Pemkab Bogor telah menormalisasi Sungai Cibarengkok pada tahun 2025 dan saat ini pengerjaan paralel juga sedang berlangsung pada aliran sungai yang membentang dari Ciseeng menuju Parung.
Posisi Sungai Cibeuteung I yang diapit oleh kedua aliran tersebut dinilai sangat vital agar sistem tata air wilayah dapat berfungsi secara optimal dan saling terhubung.
"Keberadaan Sungai Cibeuteung I sangat kunci. Jika aliran di sini lancar, risiko genangan di kawasan sekitar termasuk rencana pembangunan area sport center Rancabungur di masa depan dapat diminimalkan," tambah Dita.
Di samping upaya teknis dari pemerintah, Camat Rancabungur menegaskan pentingnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai pascanormalisasi.
"Pemerintah sudah bekerja keras melakukan pengerukan, namun kolaborasi masyarakat adalah kunci utama. Kami sangat berharap warga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah ke daerah aliran Sungai Cibeuteung I agar manfaat normalisasi ini dapat dirasakan secara berkelanjutan," tegasnya.
Selain penanganan Sungai Cibeuteung, Pemkab Bogor juga menertibkan bangunan liar di sepanjang Sungai Cidepit dan Sungai Kuripan secara persuasif setelah sosialisasi selama 30 hari. Pasca pembongkaran mandiri oleh warga, kawasan sempadan sungai akan ditanami pohon sebagai benteng ekologis pencegah banjir sekaligus memperkuat daya serap air.
Langkah komprehensif ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah banjir sesaat, tetapi juga menciptakan tata ruang wilayah Rancabungur yang aman, asri, dan produktif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Related Articles